Blog FORKICianjur akan dibuka lagi dalam

Jumat, 14 September 2012

Dua Rekor dari Karate


PEKANBARU, FAJAR -- Rekor baru tercipta di ajang PON XVIII Riau. Untuk pertama kalinya, karateka Sulsel menyandingkan medali emas nomor kata beregu putra dan kata beregu putri. Tidak hanya itu, kata beregu putra juga membuat sejarah dengan mencetak hat-trick.

Trio karateka Sulsel, Faizal Zainuddin, M Aswar, dan Fidelys Lolobua mengalahkan karateka DKI Jakarta di final. Sementara trio karateka putri, Ririn Krisnasari Seroh, Sulhadra, dan Tri Wulan Mei Sudiani membuat kejutan dengan mengalahkan trio kata Jawa Barat yang langganan juara dengan skor tipis 3-2.

Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Tribuana, Pekanbaru itu, Ririn dan kawan-kawan tertinggal dari segi keindahan gerakan. Namun, dia unggul dari segi power dan teknik. Faktor ini yang membuat mereka mengungguli trio kata putri Jawa Barat untuk pertama kalinya.

"Ini PON terakhir saya karena PON berikutnya sudah tidak bisa ikut lagi karena faktor umur. Saya sangat bersyukur mampu memberikan emas kepada Sulsel," ujar Sulhadra usai pengalungan medali.

"Ini benar-benar kejutan. Awalnya, kami hanya menargetkan mereka medali perunggu. Setelah masuk final, kami sebenarnya sudah puas dengan medali perak," imbuh pelatih karate Sulsel, Mursalim Bado'o didampingi Nukman dan Agussalim.

Sementara kata beregu putra sejak awal memang dijagokan meraih medali emas. Sejauh ini, mereka belum punya saingan di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Medali emas nomor kata beregu kemarin adalah yang ketiga kalinya di PON berturut-turut, mulai dari PON XVI Palembang 2004, PON XVII Kaltim 2008, dan PON XVIII Riau 2012.

"Ini rekor bagi kami karena sudah tiga kali emas PON berturut-turut dari kata beregu putra," ujar Aswar semringah. Sebelumnya, mereka juga mencetak hat-trick di SEA Games dan Piala Kasad.

Usai memastikan medali emas, kemarin, Faizal dan kawan-kawan langsung berlari ke tribun kehormatan dan memeluk Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPRD Sulsel, HM Roem yang menyaksikan langsung pertandingan itu. Sembari membawa bendera, ketiganya terus berteriak kegirangan.

Perjuangan trio kata Sulsel itu untuk meraih medali emas tidak mudah. Faizal dan Aswar sempat mengerang kesakitan lantaran bagian tubuhnya terkena tendangan rekannya ketika mempertontonkan duel dua lawan satu.
"Saya sempat tak bisa bernapas saat jatuh. Tetapi, saya kembali bisa bangkit dan merasa senang bisa meraih dua medali emas," tutur Faizal.

Aswar juga sempat merasa kesakitan di bagian dadanya ketika terkena tendangan Faizal. Penglihatannya sempat gelap, tetapi kemudian masih sanggup melanjutkan Kata Kururunfa untuk meraih sekeping emas.
Hingga kemarin, cabang olahraga karate telah menyumbangkan enam medali. Empat di antaranya adalah medali emas dan dua perak. Satu medali perak tambahan diperoleh Wiwi Pertiwi dari kelas kumite perorangan putri, kemarin. Sebelumnya, satu perak lainnya dihasilkan Teguh GS, juga dari nomor kumite.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang sekaligus ketua umum Pengprov Forki Sulsel, juga menyambut gembira prestasi karate itu. Apalagi, katanya, karate sesuai dengan karakter orang Sulawesi Selatan. Sebagai wujud kegembiraannya, Syahrul menjanjikan bonus bagi peraih medali emas.

"Bagi peraih emas, langsung diangkat menjadi PNS atau pegawai pemerintahan. Mereka tidak akan menganggur," katanya.
Selain itu, dia juga menjanjikan bonus khusus untuk peraih medali emas. Dia menyebut angka di atas Rp5 juta. "Angka pastinya tidak usahlah disebut. Yang jelas ada," ujarnya.

Soal janji menjadi PNS, Syahrul mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) Menteri Pemuda dan Olahraga serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Atlet-atlet berprestasi akan diberi peluang untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Pengangkatannya melalui jalur khusus. Tetapi, kualifikasi pendidikan atlet tetap menjadi pertimbangan," imbuh Sekretaris Umum KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir.

Pada bagian lain, beberapa karateka yang turun pada nomor kumite perorangan gagal meraih medali kemarin. Serlita yang berlaga di nomor -68 kilogram kalah 3-7 atas karateka DKI Jakarta. Ismail yang turun di nomor kumite -75 kilogram juga gagal. (ram)


Sumber: Fajar.co.id

1 komentar:

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive

BLOG Karate FORKI Cianjur

Portfolio

About

Feature

Categories

Labels

Entertainment

Follow US

JOIN OUR COMMUNITY

Flickr Gallery

Download

Business

Lifestyle

Sports

Kota

Racing

Pages

FORKICianjur Terkini

FORKICianjur's Friends

Technology

Follow by Email

Popular Posts

Soccer

Cute